Saya membaca Mat Pisau hanya sekitar satu jam, setelah bertahun-tahun saya berhenti membaca. Berada dalam masa reading slump yang cukup lama membuat saya tak mampu membaca buku yang tebal lagi. Mat Pisau membawa saya terhanyut dan menyelesaikannya dengan puas. Buku dari Eka Kurniawan yang dulu membawa saya mulai banyak mengulik kesusastraan Indonesia, sekali lagi, buku dari Eka Kurniawan juga yang membawa saya kembali untuk membaca. Jika saya boleh jujur, saya tak sanggup ba…
Read more »Membaca Perempuan Rok Ungu seperti mengingat lagi skripsi yang pernah saya tulis mengenai Nakama Hazure. Pengasingan dari kelompok yang dilakukan masyarakat Jepang terhadap entitas yang berbeda sebagaimana paku yang menonjol. Pengasingan ini termasuk juga dalam kategori perundungan dalam masyarakat Jepang secara umum. Perempuan Rok Ungu digambarkan sebagai seseorang yang hidup sendiri dengan rutinitasnya sebagai pekerja lepas yang tak tetap. Tokoh utama yang bercerita dengan…
Read more »Selamat Hari Buku Nasional!
Tanggal 17 Mei adalah hari yang
ditetapkan sebagai Hari Buku Nasional. Gimana nih cara kalian merayakan Hari
Buku Nasional? Kalau saya, kemarin dalam rangka menyambut Hari Buku Nasional saya
membereskan buku-buku saya. Ugh ternyata rak buku kecil sudah berdebu! Payah nih
saya.
Yah, buku-buku yang ada di rak buku
kecil memang belum banyak dan juga tidak bisa banyak-banyak karena rak buku
saya kecil hehe. Nah, karena rak buku kecil itulah saya jadi i…
Tentang seekor monyet yang ingin menikah dengan kaisar dangdut.
Begitulah yang tertulis dibelakang buku ini. Singkat tapi merangkum sebuah buku. Buku yang diluncurkan dan diadakan tumpengannya pada 13 maret lalu merupakan novel ke-4 karya Eka Kurniawan. Buku ini ditulis selama delapan tahun tutur sang penulis. Tak mengherankan bila buku ini cukup tebal.
Lagi-lagi saya merusak list buku yang harus saya baca karena karya mas Eka, saya menyalahkan mas Eka karena telah membuat s…
“Ini
merupakan bab gagal dari novel O yang akhirnya menjadi buku tersendiri, kalau
boleh jujur ini merupakan karya yang paling saya sukai.” Begitu kata mas Eka
pada saat acara ngobrol di Tumpengan O beberapa minggu lalu.
Saya juga suka dengan konsep dari buku ini, manusia dengan kemaluannya serta hastrat bercinta. Dibelakang buku sudah tertulis bahwa ini merupakan novel dewasa serta 21+ yah saudaraku yang budiman. Untung saya sudah berumur 21 tahun ketika saya membaca buku…
Selamat
siang.
Buku
pertama dalam bulan ini yang sudah saya habiskan adalah karya pertama dari
Haruki Murakami ini, Dengarlah nyanyian angin. Diterbitkan versi terjemahan
Bahasa Indonesia oleh KPG dengan cetakan
pertama tahun 2008. Saya bertemu dengan buku ini di perpustakaan kampus saya,
memang saya jadi makin jatuh cinta dengan koleksi buku mereka. Buku ini terbit
pada tahun 1979 ini langsung menyabet kemenangan dari Gunzo Literary Award.
Ketika saya sedang scrolling news feed facebook, saya membaca berita seorang teman yang baru menyukai fanspage Eka Kurniawan di Facebook. Terus saya spontan menggumam, "Hah? mas Eka bikin facebook lagi nih? serius? sejak kapan?"
Tapi yang lebih mengejutkannya lagi adalah adanya sebuah post tentang akan digelarnya acara tumpengan sebagai bentuk peluncuran buku terbaru mas Eka, O. Saya sangat antusias karena saya ingin sekali bertemu dengan mas Eka, terutama mendapa…
Social Plugin